Grammar Bahasa Inggris, Sebenarnya Penting Nggak Sih?

Banyak orang Indonesia ragu ngomong Bahasa Inggris karena takut salah grammar. Seberapa penting sih grammar itu dalam komunikasi sehari-hari? Apakah harus sempurna atau cukup bisa dimengerti aja? Apa kamu juga termasuk orang yang ragu ngomong karena takut salah grammar? Yuk, kita bahas lebih lanjut!

1. Grammar itu Penting, Tapi Jangan Sampai Bikin Takut Ngomong

Grammar memang membantu kita ngomong lebih jelas dan profesional, tapi bukan berarti kita harus selalu sempurna. Esensinya sama dengan struktur kalimat SPOK (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan) dalam Bahasa Indonesia.

Yang membedakan adalah, predikat dalam Bahasa Inggris (biasanya to be / verb) dapat berubah sesuai dengan waktu/tensesnya (Masa Kini; Present, Masa Lalu; Past, dan Masa Depan; Future).

Misalnya, kata “makan” sebagai predikat dalam kalimat “Aku makan nasi” tidak akan berubah saat dilakukan hari ini, kemarin, atau besok.
Sedangkan dalam Bahasa Inggris, kata “makan = eat,” dan bisa berubah menjadi “ate” atau “eaten” tergantung keterangan waktunya.

Seperti pada kalimat, “I eat rice today,” (saya makan nasi hari ini), “I ate rice yesterday,” (saya makan nasi kemarin), “I will eat rice tomorrow,” (saya mau makan nasi besok), “I have eaten rice,” (saya sudah pernah makan nasi), dan “I am eating rice now,” (saya sedang makan nasi sekarang).

Saat kamu paham polanya kalimatnya, kamu tidak perlu menghafalkan rumus-rumus yang mungkin malah akan membuatmu semakin ragu dan kebingungan saat bicara. 

Pada akhirnya, yang lebih penting adalah orang yang kita ajak bicara bisa paham maksud kita.

Tips: Jangan terlalu overthinking soal grammar, yang penting tetap pede dan latihan terus. Seiring waktu, grammar kamu akan semakin membaik secara alami.

2. Lebih Baik Ngomong dengan Grammar yang Kurang Tepat Daripada Nggak Ngomong Sama Sekali

Banyak orang takut salah grammar sampai akhirnya nggak mau ngomong sama sekali. Padahal, kalau kita nggak latihan, kemampuan kita nggak akan berkembang. Ketakutan ini sering muncul karena kita khawatir akan dihakimi atau dikoreksi oleh orang lain. Akibatnya, banyak dari kita yang lebih memilih diam daripada mencoba, padahal sebenarnya sebagian besar orang tidak terlalu mempermasalahkan kesalahan grammar selama maksud pembicaraan tetap bisa dipahami.

Berbicara bahasa Inggris itu sama seperti keterampilan lain, nyetir mobil misalnya—semakin sering dipraktikkan, semakin baik hasilnya. Dengan mencoba berbicara meskipun ada kesalahan, kita bisa belajar dari pengalaman dan sedikit demi sedikit memperbaiki grammar kita secara alami.

Solusi: Coba ngobrol pakai bahasa Inggris sesering mungkin, baik dengan teman, mentor, atau lewat kursus Bahasa Inggris Linguatalks.

Kesimpulannya, grammar penting untuk komunikasi yang jelas dan profesional, tetapi tidak harus selalu sempurna. Dalam Bahasa Inggris, predikat dapat berubah sesuai dengan tenses, berbeda dengan Bahasa Indonesia. Memahami pola kalimat lebih efektif daripada menghafal rumus, sehingga tidak perlu overthinking. Yang terpenting adalah lawan bicara memahami maksud kita. Dengan percaya diri dan latihan terus-menerus, grammar akan membaik secara alami.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top